SuaraGadget.com – Memasuki 2026, Samsung Galaxy S22 Ultra masih menjadi salah satu HP flagship lawas yang banyak diburu, terutama di pasar second.
Penurunan harga yang cukup drastis membuat smartphone premium keluaran Samsung ini kembali menarik perhatian.
Dengan harga bekas yang kini berada di kisaran Rp8 hingga Rp10 jutaan, pengguna sudah bisa merasakan pengalaman flagship tanpa harus membeli perangkat terbaru yang harganya belasan juta rupiah.
Namun, apakah Galaxy S22 Ultra masih benar-benar worth it digunakan di tahun 2026?
Performa Masih Kencang, Tapi Bukan yang Terdepan
Dari sisi performa, Galaxy S22 Ultra sebenarnya masih tergolong sangat mumpuni untuk penggunaan harian.
Smartphone ini ditenagai chipset Snapdragon 8 Gen 1 yang hingga kini masih sanggup menangani multitasking, editing ringan, hingga gaming populer dengan cukup lancar.
Berdasarkan pengujian benchmark, performanya masih mampu menembus skor AnTuTu 10 di angka 1 jutaan dengan hasil Geekbench 6 lebih dari 1.700 poin untuk single-core dan 4.000 poin multi-core.
Meski begitu, jika dibandingkan dengan chipset flagship generasi terbaru di 2025–2026, performa Galaxy S22 Ultra memang mulai tertinggal, terutama untuk game berat terbaru dan pemrosesan fitur AI modern.
Layar Masih Jadi Salah Satu yang Terbaik
Salah satu alasan Galaxy S22 Ultra tetap diminati adalah kualitas layarnya yang masih terasa sangat premium.
Samsung membekali perangkat ini dengan panel Dynamic AMOLED 2X berukuran 6,8 inci beresolusi QHD+ serta refresh rate adaptif 120Hz.
Untuk menonton video, editing konten, hingga scrolling media sosial, kualitas visualnya masih sangat memanjakan mata bahkan jika dibandingkan dengan banyak smartphone flagship terbaru.
Kamera Masih Tajam, Tapi AI Mulai Kalah
Di sektor kamera, Galaxy S22 Ultra juga masih cukup kompetitif.
Kamera utama 108MP dengan kemampuan zoom optik hingga 10x masih menghasilkan foto detail dan tajam di berbagai kondisi cahaya.
Fitur zoom-nya bahkan masih menjadi salah satu yang terbaik di kelasnya.
Namun, perkembangan kamera smartphone saat ini sudah banyak mengandalkan kecerdasan buatan atau AI processing yang lebih canggih.
Di titik inilah Galaxy S22 Ultra mulai terasa kalah dibanding flagship terbaru, terutama untuk pemrosesan video, mode portrait AI, hingga fitur editing berbasis AI generatif.
Harga Jadi Daya Tarik Utama
Faktor terbesar yang membuat Samsung Galaxy S22 Ultra masih menarik di 2026 adalah value for money.
Dengan harga bekas di kisaran Rp8–10 jutaan, pengguna sudah mendapatkan layar premium, kamera flagship, desain elegan, serta performa yang masih cukup kuat untuk beberapa tahun ke depan.
Jadi, Masih Worth It?
Jika kamu mencari HP flagship dengan layar premium, kamera bagus, dan performa stabil untuk kebutuhan sehari-hari, Galaxy S22 Ultra masih sangat layak dipilih di 2026.
Namun, jika kamu mengejar teknologi AI terbaru, performa gaming paling kencang, dan dukungan software jangka panjang yang lebih lama, maka generasi Galaxy terbaru tentu lebih menarik untuk dipertimbangkan.




